Kendal, 26 Juni 2026 – Semangat belajar Al-Qur'an terus ditunjukkan oleh para anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal melalui kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel) Al-Qur'an Braille yang telah memasuki pertemuan ke-13. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026) di Kantor Sekretariat Pertuni Kendal dengan diikuti oleh para pengurus dan anggota Pertuni yang telah dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca Al-Qur'an Braille.

Program ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an bagi penyandang tunanetra. Selain pembelajaran membaca Al-Qur'an Braille sesuai tingkat kemampuan masing-masing peserta, pada pertemuan kali ini juga diberikan metode tambahan berupa hafalan (tahfiz) bagi anggota yang masih mengalami kesulitan dalam membaca huruf Braille. Metode tersebut diharapkan dapat membantu peserta tetap mampu menghafal dan mendalami ayat-ayat Al-Qur'an sambil terus meningkatkan kemampuan membaca Braille.

Tidak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur'an, kegiatan juga diperkaya dengan Kajian Fiqih yang disampaikan oleh Naili Sa'adah. Dalam kajiannya, beliau memberikan pemahaman tentang dasar-dasar fikih yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta memperoleh bekal keagamaan yang lebih komprehensif.

Ketua Pertuni Kabupaten Kendal, Imam Sahrozi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan ke-13 ini. Menurutnya, antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa semangat mempelajari Al-Qur'an di kalangan anggota Pertuni terus tumbuh.

"Alhamdulillah, kami bersyukur pertemuan ke-13 Bimbel Al-Qur'an Braille dapat terlaksana dengan penuh semangat. Semoga kegiatan ini semakin memberikan manfaat bagi seluruh anggota Pertuni, baik dalam meningkatkan kemampuan membaca maupun memahami ajaran Al-Qur'an," ungkap Imam Sahrozi.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini, Pertuni Kabupaten Kendal berharap semakin banyak penyandang tunanetra yang mampu membaca, menghafal, serta memahami isi Al-Qur'an. Kehadiran materi tambahan seperti tahfiz dan kajian fikih juga menjadi bagian dari komitmen Pertuni dalam menghadirkan pembelajaran yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
 

(SVL)