KENDAL – Dalam upaya mencetak generasi muda yang mandiri secara finansial sekaligus memiliki kepedulian terhadap kearifan lokal, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan yang diselenggarakan pada hari ini 20 Januari 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi daerah saat ini, yakni "Pengenalan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal". Workshop ini bertujuan untuk membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar mampu melihat peluang bisnis dari apa yang ada di sekitar mereka.
Hadir sebagai pemateri , Irhami Sabil, praktisi UMKM dari Bank NUsamba Cepiring. Dalam paparannya, Irhami menekankan bahwa ekonomi kreatif bukan hanya soal kecanggihan teknologi, melainkan bagaimana memberikan nilai tambah (value added) pada produk-produk yang sudah ada di tengah masyarakat.
"Kabupaten Kendal dan Batang memiliki kekayaan potensi lokal yang luar biasa, mulai dari sektor pertanian hingga kerajinan. Mahasiswa FAI harus mampu masuk ke celah ini dengan pendekatan ekonomi kreatif agar potensi tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan pasar yang lebih luas," ujar Irhami Sabil di hadapan peserta.
Poin Utama Materi
Selama sesi workshop, Irhami Sabil membagikan beberapa poin penting bagi para calon wirausahawan muda:
Analisis Potensi: Cara mengidentifikasi sumber daya lokal yang unik dan layak jual.
Inovasi Produk: Mengubah produk tradisional menjadi produk modern tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Akses Permodalan: Tips bagi mahasiswa untuk mendapatkan dukungan finansial, khususnya dari lembaga keuangan seperti Bank NUsamba untuk skala usaha mikro dan kecil.
Strategi Pemasaran: Memanfaatkan platform digital untuk membawa produk lokal ke kancah nasional.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana mahasiswa berkonsultasi langsung mengenai ide bisnis yang sedang mereka rintis. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul bibit-bibit wirausahawan baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi di wilayah Kendal dan Batang melalui inovasi inovasi terbaru.
(Soel)






