WELERI – Paguyuban Pedagang Keliling Sekolah (PPKS) menggelar pertemuan rutin di Weleri, Jumat (18/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, anggota paguyuban mendapatkan wawasan mengenai kewirausahaan dan pentingnya pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian wawasan kewirausahaan dari Bank Nusamba, yang disampaikan oleh Irhami Sabil, selaku Koordinator UMKM Community Center Bank Nusamba JatengDIY. Dalam kegiatan itu, Sabil turut didampingi oleh Tim Funding Officer Bank Nusamba JatengDIY Kantor Cabang Cepiring.
Ketua PPKS, Nur Rohmat, dalam pertemuan tersebut menyampaikan pentingnya kedisiplinan para anggota dalam mengelola keuangan, salah satunya dengan membangun budaya hidup menabung.
Menurutnya, kebiasaan menabung dapat menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan dana darurat apabila sewaktu-waktu anggota menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Sementara itu, Irhami Sabil memberikan pemahaman kepada para anggota mengenai pentingnya memiliki tabungan bagi pelaku UMKM. Selain sebagai bentuk pengelolaan keuangan, tabungan juga dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan usaha maupun menghadapi kondisi darurat.
Selain menabung, Sabil juga menjelaskan mengenai kemudahan akses modal yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
“Pelaku UMKM perlu memiliki pengelolaan keuangan yang baik. Menabung menjadi salah satu bagian penting, sekaligus perlu mengetahui akses permodalan yang dapat mendukung perkembangan usaha,” jelas Sabil dalam pemaparannya.
Pertemuan PPKS tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Selain menjadi ajang silaturahmi antaranggota, pertemuan juga dimanfaatkan untuk membangun kedisiplinan dan kebersamaan melalui sistem kocokan yang telah menjadi bagian dari kegiatan paguyuban.
Melalui kegiatan rutin tersebut, PPKS diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi para pedagang keliling sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan wawasan, kedisiplinan dalam mengelola keuangan, serta memperkuat kemandirian ekonomi para anggotanya.
(Mas Mantri)






